Beranda ---- Wagub Sumbar Buka Jambore PRB KE-III 2016 Di Sawahlunto

Wagub Sumbar Buka Jambore PRB KE-III 2016 Di Sawahlunto

66
0
BERBAGI

SAWAHLUNTO (LN)—Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit memimpin langsung Upacara Pembukaan Jabore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ke III Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016 di Camping Ground Kota Sawalunto (Senin, 19/09/2016).

Acara ini dihadiri oleh Deputi I Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Jaya, Walikota Sawahlunto Ali Yusuf, Bupati Agam Indra Catri, Perwakilan Bupati/Walikota se Sumatera Barat, Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat Nasridal Patria, Forkopimda Kota Sawahlunto, serta SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Kota Sawahlunto.

Sebelum upacara pembukaan diawali dengan penampilan marching band dan devile dari peserta jambore Kab/Kota se Sumatera Barat.

Serta penyerahan tropi bergilir dari Walikota Bukittinggi ke Wakil Gubernur Sumatera Barat, dan penyerahan tropi dari Wakil Gubernur ke Walikota Sawahlunto sebagai tuan rumah penyelenggara jambore ke III.

Kepala Pelaksana BPBD Sumatera Barat Nasridal Patria melaporkan kegiatan jambore ini merupakan realisasi dari komitmen pelaksanaan jambore ke II di Tanah Datar tahun 2015 dimana acara ini menjadi agenda rutin BPBD Sumatera Barat yang dimulai tahun sejak tahun 2014.

Maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas kewaspadaan dan meningkatkan kemampuan relawan atau kelompok siaga bencana dalam mengatasi bencana sehingga terwujudnya kerjasama dalam penanggulangan bencana.

Kegiatan ini dilaksanakan selama 5 hari dari hari Minggu s/d Kamis (18-22 September 2016) yang diikuti oleh 18 Kab/Kota se Sumatera Barat dengan jumlah 270 orang.

Walikota Sawahlunto Ali Yusuf dalam sambutan mengatakan jambore ini merupakan salah satu indikator untuk mendongkrak pariwisata di kota Sawahlunto dan di Sumatera Barat umumnya.

“Kota Sawahlunto rawan longsor, berkat bantuan dan kerjasama dari BNPB Pusat, BPBD Sumatera Barat dan BPBD Kota Sawahlunto dapat menyelamatkan penduduk Kota Sawahlunto dari bencana longsor.

“Kami menghimbau dan mengajak kepada para peserta jambore untuk mengambil momen ini sehingga meningkatkan kesiapsiagaan kita terhadap bencana.

Deputi I Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Wisnu Jaya sangat mengapresiasi kegiatan jambore ke III ini serta aktifnya pemerintah Sumatera Barat dalam melakukan kegiatan pencegahan bencana.

Dalam penanggulangan bencana pemerintah tidak bisa sendiri untuk itu kita bersama dengan masyarakat dan seluruh elemen dalam penanganan bencana

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam amanat mengatakan Sumatera Barat rawan terhadap 12 bencana diantaranya gempa bumi, tsunami, longsor, letusan gunung, banjir, abrasi pantai kebakaran, dll.

Untuk itu bentuklah SOP pencegahan bencana sehingga ketika terjadi bencana kita sudah siap, dan tidak bingung untuk berbuat apa, pesan Wakil Gubernur Sumatera Barat.

“Saat ini belum semua BNPB daerah memiliki SOP yang jelas, padahal SOP adalah pegangan jika ketika terjadi bencana. Setiap SOP disesuaikan dengan karakter daerah masing-masing karena setiap daerah memiliki potensi bencana yang berbeda-beda”, ucap Nasrul Abit.

Wakil Gubernur Sumatera Barat berpesan kepada Bupati/Walikota untuk membiayai kegiatan dan kebutuhan BPBD masing-masing daerah.

“Rinci setiap kebutuhan BPBD masing – masing minimal 5 M cukup, coba bayangkan saja saat bencana terjadi petugas buat beli nasi bungkus saja tidak bisa, bagaimana mau bekerja.”, ucap Nasrul Abit.

Suksesnya BPBD adalah dengan sedikitnya korban jika terjadi bencana, dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat kepada kita semua.

Selain itu petugas mesti siap 24 jam, tenaga sukarela kalau bisa dipermanenkan, sehingga dia menjadi bagian BPBD sehingga fokus dalam penanganan bencana, tambah Nasrul Abit.

Terakhir Wakil Gubernur Sumatera Barat membuka secara resmi Jambore Pengurangan Resiko Bencana (PRB) ke III Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2016 sekaligus membuka secara resmi  Bulan Bakti Gotong Royong Kota Sawahlunto.

Pada kesempatan ini dilakukan Penyerahan bantuan secara simbolis peralatan gotong royong, dan pertunjukan atraksi, diantaranya sosialisasi vertical reschue dalam penanganan kebakaran di gedung bertingkat. (*)

LEAVE A REPLY