Beranda ---- Peserta Protes,  Seni Qasidah Ke-XXII Dinilai Tidak Fair dan Penuh Intervensi

Peserta Protes,  Seni Qasidah Ke-XXII Dinilai Tidak Fair dan Penuh Intervensi

23
0
BERBAGI

PADANG (PN)–Penutupan Festival Seni Qasidah Berskala Besar Tingkat Nasional ke XXII bertempat di Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat malam (24/11) berujung protes dari peserta.

Beberapa peserta merasa hasil keputusan dewan juri tidak fair dan penuh intervensi.

Sebagaimana yang diuatarakan peserta dari provinsi Papua Barat,  merasa tidak puas atas keputusan yang dikeluarkan oleh dewan juri. Mereka menilai, pelaksanaan festival tidak murni serta ada intervesi.

Salah seorang official/peserta Papua Barat, Sanusi yang meradang usai pembacaan pengumuman pemenang di lapangan Imam Bonjol Padang, Sumbar, Jumat malam (24/11).

“Festival ini harus murni, jujur dan jangan ada intervesi”, pinta Sanusi yang disoraki oleh peserta disekitarnya.

Sambungnya, “Tujuan kami kesini untuk siar, karena kami cinta islam, cinta qasidah. Bagaimana melakukan siar melalui qasidah, terangnya.

Selama ini kami tidak pernah alpha dalam setiap iven lasqi. Dimanapun kami berangkat, karena kami cinta islam, kami ingin bersahabat, kami ingin berkenalan dengan sesama muslim dari seluruh penjuru nusantara, sampainya.

Dalam hal ini, kami hanya meminta pengakuan dari DPP dan panitia, bahwa kami ada. Meskipun di Papua Barat islam dianggap minoritas, tapi kami ada, pinta Sanusi.

Yang memiriskan, Untuk penginapan saja, kami (peserta Papua Barat) tidak difasilitasi. Disini kami tinggal di Asrama Haji. Semua kami bayar. Untuk ke lokasi acara perlombaan, biaya transportasi kami harus bayar Rp900 ribu per-hari, ungkapnya.

Apabila seperti ini, maka Lasqi tidak akan pernah besar kalau masih saja ada intervensi, ingat Sanusi.(Hen/red)

LEAVE A REPLY