Beranda ---- Mahyeldi Tak Ingin Kotanya Kumuh

Mahyeldi Tak Ingin Kotanya Kumuh

41
0
BERBAGI

PADANG (PN)—Tak ingin kotanya kumuh, Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah mengajak warga melakukan bersih-bersih. Kali ini kawasan RTH Imam Bonjol yang dibersihkan. Sebab, sejak beberapa hari ini tali bandar di depan Poltabes Padang dan Balaikota lama dipenuhi sampah.

Melihat keadaan itu, Walikota Padang mengajak seluruh pedagang yang berjualan di dekat lokasi itu untuk turun tangan pada Selasa (22/8) sore. Membersihkan tali bandar dari sampah yang menghambat lajunya air jika terjadi hujan.

“Saya kalau lihat sampah bertumpuk tidak senang hati saya,” ujar Mahyeldi sambil membantu membersihkan.

Mahyeldi nampak mengajak seluruh pedagang yang berjualan di dekat tali bandar itu untuk ikut membersihkan. Melihat Walikota Padang datang mengajak, pedagang sate, miso dan lainnya langsung turun membantu. Karung pun diambil untuk kemudian dijadikan tempat sampah.

“Alhamdulillah, hanya sepuluh menit semuanya selesai, karena semua bergerak,” ujar Mahyeldi.

Tidak saja pedagang yang membersihkan sampah di seputaran itu, Satpol PP Padang juga ikut turun tangan. Begitu juga sejumlah personil dari Dinas Perdagangan. Mereka bahu membahu. Memungut sampah, memasukkan ke dalam karung dan memindahkannya ke dalam mobil dan becak.

“Sebenarnya tinggal mengajak pedagang saja untuk menjaga kebersihan, bukitnya saat ini para pedagang ikut membersihkan ini semua,” tukas Walikota.

Pada saat membersihkan itu, Walikota juga mendapati cukup banyak sampah kelapa yang terletak di pinggir trotoar. Memang beberapa waktu belakangan ini ada pedagang kelapa yang berjualan di lokasi itu. Mahyeldi menyebut, mulai saat itu juga pedagang kelapa tidak diperbolehkan lagi berjualan di lokasi itu karena tidak menjaga kebersihan dan melanggar estetika.

“Kalau ada yang jualan tidak menjaga kebersihan berarti tidak kompromi. Jika ada yang begitu dilarang untuk berjualan,” sebut Mahyeldi.

Selain membersihkan tali bandar, Walikota Padang juga mendapati genangan air di depan pintu keluar Balaikota lama. Hal ini disebabkan tersumbatnya gorong-gorong. Walikota mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembenahan trotoar dan drainase. Sehingga tidak ada lagi genangan.(tf/ch/Ar)

LEAVE A REPLY