Beranda ---- Imigrasi Padang Dinilai Gegabah Deportasi WNA

Imigrasi Padang Dinilai Gegabah Deportasi WNA

18
0
BERBAGI

Padang (PN)Imigrasi Kelas I Padang dinilai sudah gegabah dan tidak professional dalam menjalankan tugas dan fungsinya (Tupoksi). Yangmana, Imigrasi Padang melakukan deportasi kepada salah seorang tenaga kerja asing yang bernama “Peter Herman Van Ryan” tanpa koordinasi dengan Disnaker Sumbar.

Diduga deportasi yang dilakukan Imigrasi Padang sebagai upaya penyelamatan terhadap “Peter Herman Van Ryan” dari kasus yang tengah menjeratnya. Karena saat ini, Peter Herman Van Ryan tengah dilaporkan kepada pihak kepolisian terkait kasus pencemaran nama baik.

Dasar dilakukan deportasi terhadap Peter Herman Van Ryan karena melakukan penyalahgunaan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) yang tidak sesuai penggunaannya dengan semestinya.

Tapi sanggat disayangkan, Imigrasi Padang tidak melakukan koordinasi dengan Disnaker Sumbar.

Selain hal itu, Imigrasi Padang juga terkesan sengaja mengaburkan infomasi tentang proses deportasi tersebut. Karena penyataan yang diberikan Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas I Padang berbeda dengan yang sebenarnya.  Terindikasi adanya kepentingan lain dibalik itu semua.

Kasi Wasdakim Imigrasi Kelas II Padang Indra Sakti saat dikonfirmasi media ini, Selasa (23/10)  mengatakan, “Imigrasi sudah melakukan proses sesuai prosedur yang ada.

Dari hasil gelar perkara yang dilakukan, ternyata tidak ditemukan cukup bukti untuk menahan ataupun mempidanakan Peter Herman Van Ryan. Sehingga Imigrasi melakukan upaya deportasi dan pencekalan selama 6 bulan. Dan deportasi Peter Herman Van Ryan sudah dilakukan beberapa hari lalu oleh pihak imigrasi Padang, , ucap Indra.

Sementara itu, Kasi II Bidang Intelijen Kajati Sumbar, Wenharnol saat dikonfirmasi media ini, Selasa (24/10) di ruang kerjanya mengatakan, “Imigrasi Kelas I Padang tidak pernah melakukan gelar perkara terkait dengan kasus dugaan penyalahgunaan Ijin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA) atas nama Peter Herman Van Ryan.

Pihak Imigrasi Indra Sakti datang ke Kejati Sumbar hanya sebatas konsultasi bukan gelar perkara, terang Wenharnol.

Lanjutnya lagi, Apabila dilakukannya gelar perkara maka pihak Imigrasi harus mengirimkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) kepada Kejati.

Sementara itu, apabila ada penggunaan IMTA yang tidak sesuai dengan semestinya, maka seharusnya Imigrasi melakukan koordinasi dengan Disnaker Sumbar.

Diketahui, Peter Herman Van Ryan sudah melakukan pelanggaran yakni penggunaan IMTA yang tidak sesuai dengan semestinya. IMTA  yang seharusnya dipergunkana untuk bekerja pada perusahaan PT. Jaya Tenggiri tapi disalahgunakan untuk bekerja pada perusahaan lain.

Selain itu, Peter Herman Van Ryan juga tengah dilaporkan oleh Ferry Erawan kepada pihak kepolisian, pada Kamis (2/2) terkait dengan kasus tindak pidana mendistribusikan dan atau mentransmisikan membuat dapat mengakases elektronik serta dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan pencemaran nama baik melalui media masa elektronik faceboks dengan perkataan merendahkan harkat dan martabat seseorang. Kasus ini masih dalam proses pendalaman oleh pihak kepolisian.(Jovi/fit)

LEAVE A REPLY